Islamabad – Pembicaraan damai oleh Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung selama 24 jam gagal mencapai kesepakatan di Islamabad. Pembicaraan yang dimediasi Pakistan ini berlangsung pada 11 – 12 April 2026.
Pakistan sebagai mediator pertemuan mendorong kedua pihak untuk terus melanjutkan gencatan senjata yang disepakati pada pekan ini. Kata Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, Minggu, 12 April 2026.
“Kami berharap kedua belah pihak terus melanjutkan semangat positif untuk mencapai perdamaian dan kemakmuran yang langgeng bagi seluruh kawasan dan sekitarnya. Sangat penting bagi para pihak untuk terus menjunjung tinggi komitmen mereka terhadap gencatan senjata,” ujar Ishaq Dar dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun media Instagram beberapa saat setelah pembicaraan Iran dan AS selesai pada Minggu, 12 April 2026, pagi.
Pakistan akan terus memainkan peran dalam memfasilitasi keterlibatan dialog antara Iran dan AS, meskipun pembicaraan kali ini gagal mencapai kesepakatan. “Pakistan telah dan akan terus memainkan perannya untuk memfasilitasi keterlibatan dan dialog antara Iran dan AS di masa mendatang,” ucapnya menegaskan.
Secara khusus Ishaq Dar menyebut Pakistan memberikan apresiasi kepada Iran dan AS, yang telah menanggapi seruan gencatan senjata segera oleh PM Shehbaz Sharif. Serta, kedua perwakilan negara juga meneriam undangan PM Sharif untuk mengadakan pembicaraan perdamaian di Islamabad.
“Atas nama Pakistan, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua belah pihak atas apresiasi. Terhadap upaya Pakistan dalam membantu mencapai gencatan senjata dan peran mediasi Pakistan,” kata Ishaq Dar.
AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan setelah pembicaraan tingkat tinggi pada 11 – 12 April 2026 di Ibu Kota Islamabad, Pakistan. Wakil Presiden yang merupakan kepala delegasi AS, JD Vance menyebut, Iran menolak menerima persyaratan AS di dalam pembicaraan.
Vance mengatakan Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan AS, dalam keterangan yang disampaikan beberapa saat sebelum meninggalkan Islamabad, Minggu, 12 April 2026. Wapres Vance menambahkan bahwa AS perlu melihat komitmen mendasar dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Sementara, Juru Bicara Kemlu Iran mengatakan pembicaraan tersebut dilakukan dalam suasana ketidakpercayaan. “Wajar jika kita tidak mengharapkan untuk mencapai kesepakatan hanya dalam satu sesi,” kata juru bicara tersebut seperti dikutip oleh media Iran dilansir Reuters.
Selain, Iran membantah klaim AS bahwa dua kapalnya melintasi Selat Hormuz. Serta, memperingatkan bahwa setiap upaya kapal militer untuk melewati jalur air tersebut akan disambut dengan tanggapan yang keras.
Pembicaraan Iran dan AS di Islamabad merupakan upaya mediasi oleh kepala militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Pertemuan ini sekaligus merupakan pertemuan langsung pertama antara AS dan Iran lebih dari satu dekade dan diskusi tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam 1979.




