Banda Aceh, 19 Oktober 2024 – Calon Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, semakin mempertegas komitmennya dalam membangun kota melalui peningkatan kualitas pendidikan. Dalam acara Yudisium STMIK Indonesia Banda Aceh yang dihadirinya pada Sabtu (19/10), Aminullah menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama untuk mencapai visi besar pembangunan berkelanjutan di Banda Aceh. Sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia pendidikan dan pemerintahan kota, kehadirannya di acara akademik ini menjadi bukti nyata bahwa ia berkomitmen penuh untuk memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di semua lini.
Dalam pidato yang disampaikan kepada para wisudawan, Aminullah menyampaikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa yang telah menempuh perjalanan akademik mereka dengan tekun. Ia juga memberikan penghormatan kepada tenaga pendidik yang terus berdedikasi dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas. “Ini adalah langkah awal kalian menuju masa depan yang lebih baik. Keberhasilan kalian adalah cerminan dari kerja keras, tekad, dan komitmen yang kuat. Saya yakin, dengan pendidikan yang telah kalian tempuh, kalian akan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Tidak hanya sekadar menghadiri, Aminullah juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan rencana-rencana besarnya terkait sektor pendidikan jika terpilih kembali sebagai Wali Kota Banda Aceh. Dengan mengusung visi Mewujudkan Pendidikan yang Berkelanjutan, ia berkomitmen untuk tidak hanya memperbaiki infrastruktur pendidikan, tetapi juga memperluas akses pendidikan bagi seluruh warga kota, terutama bagi mereka yang berada di daerah-daerah terpencil. “Pendidikan harus bisa diakses oleh semua orang, tidak peduli latar belakang sosial ekonomi mereka. Kami akan membangun infrastruktur pendidikan yang merata, sehingga tidak ada anak Banda Aceh yang tertinggal,” tegasnya.
Salah satu program unggulan yang dicanangkan oleh Aminullah adalah pengembangan keterampilan digital dan kewirausahaan di kalangan generasi muda. Menurutnya, di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, generasi muda Banda Aceh harus dibekali dengan keterampilan yang relevan agar mereka mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. “Kita harus mempersiapkan anak-anak muda kita untuk menghadapi persaingan global. Pendidikan formal penting, tapi pendidikan non-formal seperti pelatihan kewirausahaan dan keterampilan digital juga harus menjadi prioritas. Inilah yang kami sebut dengan pendidikan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain itu, Aminullah juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah kota dan lembaga-lembaga pendidikan tinggi seperti STMIK Indonesia Banda Aceh. Ia berjanji akan memperkuat kerjasama dengan institusi pendidikan dalam pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi. “Kita perlu memastikan bahwa lulusan-lulusan kita memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Oleh karena itu, kerjasama antara pemerintah dan lembaga pendidikan sangat penting untuk menciptakan generasi yang kompeten dan siap kerja,” ujar Aminullah.
Tak hanya bicara soal pendidikan, Aminullah juga menyinggung tentang pentingnya pendidikan karakter dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan moral yang kuat. Ia percaya bahwa pendidikan karakter yang baik akan menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan yang jujur dan berintegritas. “Pendidikan bukan hanya soal akademik. Kita juga harus mendidik anak-anak kita untuk menjadi individu yang berkarakter, beretika, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi,” katanya.
Dengan dukungan penuh dari berbagai lapisan masyarakat dan komunitas akademik, Aminullah optimis dapat melanjutkan program-program unggulannya dalam periode mendatang. Visi besarnya untuk Banda Aceh adalah menciptakan kota yang tidak hanya maju dari segi pembangunan fisik, tetapi juga berdaya saing tinggi dalam hal sumber daya manusia [RK]