BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan di Aceh. Mudassir, S.Pd., M.Pd., Gr., guru SD Negeri 6 Banda Aceh, terpilih sebagai penerima manfaat program FOLU Net Sink 2030 melalui skema Small Grant Programme periode keempat yang digagas oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Informasi tersebut diperoleh, Kamis, 12 Maret 2026, berdasarkan pengumuman resmi penyelenggara program yang menyeleksi berbagai inisiatif dari seluruh Indonesia di bidang pelestarian lingkungan dan kehutanan.
Program FOLU Net Sink 2030 merupakan bagian dari strategi nasional dalam menekan emisi gas rumah kaca, khususnya dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan generasi muda.
Mudassir mengusung program bertajuk “FOLU Goes to School: Zero Waste Action” yang akan diterapkan di lingkungan sekolah di Kota Banda Aceh. Program ini berfokus pada edukasi pengelolaan sampah berbasis sekolah dengan melibatkan siswa secara langsung dalam praktik pengurangan dan pengolahan limbah.
Kepada media, Mudassir menyampaikan bahwa program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan aksi nyata di lingkungan sekolah.
“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan membangun kesadaran sejak dini. Anak-anak harus dibiasakan tidak hanya tahu, tetapi juga melakukan aksi nyata menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, siswa akan diajak memahami dampak sampah terhadap lingkungan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual. Selain itu, siswa juga dilibatkan dalam kegiatan seperti pemilahan sampah, pengolahan limbah sederhana, serta kampanye peduli lingkungan di sekolah.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Kebiasaan yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat terbawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Harapannya, ini bisa menjadi model yang dapat direplikasi di sekolah lain, tidak hanya di Aceh tetapi juga secara nasional,” tambahnya.
Selain itu, program ini juga sejalan dengan upaya penguatan sekolah berbasis lingkungan atau Adiwiyata yang telah dikembangkan di berbagai sekolah di Banda Aceh.
Dengan terpilihnya sebagai penerima manfaat program tersebut, Mudassir berharap inovasi yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata dalam dunia pendidikan sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.







