Jakarta – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan kendaraan operasional berupa motor listrik bergaya trail untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 20 ribu lebih unit disiapkan guna menunjang mobilitas petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah.
“Kendaraan tersebut dipilih untuk menjawab kebutuhan distribusi layanan yang cepat dan menjangkau medan beragam, termasuk daerah dengan akses terbatas,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam keterangannya.
Motor yang digunakan adalah Emmo JVX GT, yang belakangan menjadi sorotan setelah viral di media sosial menampilkan deretan unit berlogo MBG. Model ini diketahui dipasok oleh PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan penyedia logistik dan pengadaan yang berbasis di Jakarta.
Dari sisi spesifikasi, motor listrik ini mengusung tenaga hingga 7.000 watt yang mampu menghasilkan kecepatan maksimum sekitar 85 kilometer per jam. Kendaraan ini dibekali baterai berkapasitas 72 Volt 31 Ampere-hour (Ah) dengan jarak tempuh mencapai 70 kilometer dalam sekali pengisian.
Fitur fast charging menjadi salah satu keunggulan utama. Pengisian daya hingga penuh diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam, sementara pengisian dari 30 persen ke 60 persen dapat dicapai dalam waktu sekitar satu jam. Hal ini dinilai penting untuk menunjang operasional lapangan yang membutuhkan efisiensi waktu.
Secara fisik, motor ini memiliki bobot sekitar 110 kilogram dengan kapasitas angkut hingga 200 kilogram. Dimensinya meliputi panjang 2.080 mm, lebar 860 mm, dan tinggi 1.150 mm, serta ground clearance 320 mm yang mendukung kemampuan melintasi medan tidak rata, sesuai karakter motor trail.
Berdasarkan data pengadaan nasional melalui sistem Inaproc yang dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, harga motor ini tercatat sekitar Rp49,95 juta per unit termasuk pajak. Sementara itu, harga di laman resmi produsen mencapai Rp56,8 juta, dengan basis operasional perusahaan di wilayah Sentul, Bogor.
Dadan menambahkan, pengadaan kendaraan ini merupakan bagian dari anggaran tahun 2025 dan dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025. Saat ini, proses distribusi masih menunggu penyelesaian administrasi serta pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN).
Dengan dukungan motor listrik bergaya trail tersebut, pemerintah berharap kinerja petugas SPPG semakin optimal dalam menjangkau masyarakat luas. Selain meningkatkan mobilitas, kendaraan ini juga diharapkan mempercepat distribusi layanan gizi bagi kelompok rentan, seperti anak-anak dan ibu hamil.
Sumber: RRI.CO.ID








