by

Unsyiah Luncurkan Robot

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh meluncurkan dua robot terbang karya 13 mahasiswa Fakultas Teknik yang tergabung dalam Seulawah Team. Kedua robot terbang tersebut diberi nama Vertical Take Off Landing (VTOL) dan Siwah 9X7 yang dikhususkan untuk pemetaan wilayah bencana. Dua produk inovasi Seulawah Team tersebut diluncurkan oleh Rektor Unsyiah Prof. Samsul Rizal, bertempat di halaman Kantor Pusat Administrasi Unsyiah, Banda Aceh, Selasa (24/9/2019).

“Inovasi ini adalah pembuktian bahwa mahasiswa Unsyiah juga mampu menciptakan suatu yang istimewa. Dengan hadirnya inovasi seperti ini pula, nama Unsyiah bisa semakin dikenal,” sebut Samsul dalam keterangannya.

Rektor menilai, keberhasilan inovasi ini adalah hasil kerja keras serta kekompakan mahasiswa dalam mewujudkan suatu produk inovasi. Menurutnya, tanpa kemampuan dalam mengelola tim, mungkin kedua robot terbang tersebut tidak akan bisa terwujud.

“Inilah pembelajaran yang sangat mahal. Bagaimana kita mampu me-manage sebuah tim. Kemampuan seperti inilah yang sangat dibutuhkan bangsa kita saat ini,” ujar Samsul.

Dia mengatakan, bahwa dirinya merasa sangat bangga atas inovasi dari mahasiswa Unsyiah ini. Dalam tiga tahun terakhir, Unsyiah telah bertekad untuk memberikan dukungan penuh bagi siapapun mahasiswa Unsyiah yang ingin berinovasi atau ingin mengikuti kompetisi di level nasional serta internasional.

Sementara itu, Ketua Seulawah Team Fenda Dwi Ariefianto menjelaskan, kedua robot terbang yang diluncurkan tersebut memiliki spesifikasi yang berbeda.

“Untuk VTOL menggunakan model drone jenis hexacopter, baterai 6 cell 5200 mAh, motor 470 KV dengan Thrust 1,6 Kg/motor, jangkauan tempuhnya sekitar 3 Km dan mampu mengangkat beban sampai 5 Kg,” kata Fenda.

Sementara robot Siwah 9X7 yang dikhususkan untuk pemetaan wilayah bencana menggunakan model wahana X8 Skywalker, digerakkan dengan motor 880 KV dan daya 1300 Watt, jangkauan tempuhnya sekitar 30 Km dan mampu mengangkat beban sampai 4,2 Kg.

“VTOL ini bisa digunakan untuk drop logistik pada titik tertentu. Kalau Siwah dikhususkan untuk pemetaan wilayah bencana,” ujar Fenda.

Fenda menyebut, 13 anggota Seulawah Team berasal dari Teknik Sipil, Industri dan Elektro di Fakultas Teknik Unsyiah. Butuh waktu 3 bulan bagi mereka untuk menyelesaikan dua robot terbang tersebut.

Ia menambahkan, kedua robot terbang itu akan dilombakan pada Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) di Pasuruan, Jawa Timur, pada tanggal 1-6 Oktober 2019 mendatang. “Ini adalah tahun ketiga kita mengikuti kompetisi tersebut. Dan tahun ini, kita ikut dua katagori yaitu Drop Zone dan Fixed Wing,” sebut Fenda.

Sumber: Kumparan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed