Pakistan Kecam Serangan Israel ke Lebanon di Tengah Gencatan Senjata

Istanbul – Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengecam keras serangan Israel ke Lebanon yang terus berlanjut di tengah upaya diplomatik gencatan senjata. Ia bahkan menyebut Israel sebagai “kutukan bagi kemanusiaan”.

Melalui pernyataannya di platform X, Asif menilai kekerasan yang dilakukan Israel masih berlanjut saat perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad. Pasukan Israel dilaporkan justru meningkatkan serangan ke Lebanon sejak Rabu 8 April 2026.

“Israel adalah penjahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan. Ketika perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad, genosida masih berlanjut di Lebanon,” katanya.

Ia menambahkan warga sipil tak berdosa terus menjadi korban, mulai dari konflik di Gaza, kemudian Iran, hingga kini Lebanon. “Pertumpahan darah tak kunjung berhenti,” kata Asif.

Dalam pernyataan yang lebih keras, Menhan Pakistan juga mengutuk pihak-pihak yang menciptakan Israel di tanah Palestina. Ia menyebut mereka akan “terbakar di neraka”.

Pernyataan ini muncul setelah meningkatnya intensitas serangan Israel ke Lebanon. Meski upaya diplomasi terus dilakukan pasca gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dimediasi oleh Pakistan.

Pemerintah Islamabad dan Teheran menilai kesepakatan gencatan senjata itu juga mencakup Lebanon. Namun, Washington dan Tel Aviv menepis klaim tersebut.

Pasukan Israel dilaporkan mulai meningkatkan serangan ke Lebanon sejak Rabu (8/4). Otoritas pertahanan sipil Lebanon mencatat sedikitnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya terluka akibat eskalasi terbaru.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sejak 2 Maret, serangan Israel telah menyebabkan 1.888 warga meninggal dunia. Sementara 6.092 lainnya mengalami luka-luka.

 

 

Sumber: RRI.Co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *