by

Puluhan Ikan Mati Mendadak di Nagan Raya

NAGAN RAYA – Puluhan ikan mati mendadak di saluran pembuangan air warga Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya pada Jumat, (5/4). Matinya ikan di saluran drainase tersebut diduga akibat dari pencemaran limbah milik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya.

Salah seorang warga Desa Suak Puntong, Teuku Fachruddin, mengatakan matinya salah satu jenis biota yang hidup dalam air drainase tersebut sekira pukul 15.00 WIB.

“Pada pukul tiga ada warga yang temukan ikan mati di dalam lhueng (parit) pembuangan air warga. Airnya berminyak-minyak kita duga itu milik PLTU,” kata Fachruddin

Menurut Fachruddin, kejadian matinya ikan dalam saluran pembuangan air milik warga tersebut pernah terjadi empat tahun lalu. Bahkan empat tahun lalu, kata dia, jika dikumpulkan jumlah ikan mati mencapai 500 kilogram atau setengah ton.

Menurutnya empat tahun lalu ikan yang hidup pada drainase tersebut cukup banyak, namun kini mulai berkurang pasca dilepasnya limbah minyak yang diduga milik PLTU Nagan Raya itu.

Meski demikian Fachruddin tidak tahu jenis limbah tersebut masuk kategori limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) atau tidak, lantaran belum ada hasil labortaorium yang membuktikannya. Namun, kata dia, untuk sample air telah diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nagan Raya.

“Masalah apakah itu limbah B1 dan B2 B3 kita tidak tahu yang jelas air samplenya sudah diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup dan besok dibawa ke Banda Aceh, untuk dilihat hasinya,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, dugaan pencemaran lingkungan berupa limbah yang diduga milik PLTU tersebut telah beberapa kali dilaporkan kepada bupati, namun sayangnya limbah tersebut masih juga dilepaskan ke dalam saluran warga.

Harusnya, kata dia, PLTU memiliki riol atau tempat pengolahan limbah sendiri yang aman sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga tidak langsung dilepaskan ke saluran warga. Menurutnya, beroperasinya mesin PLTU tersebut masih dianggap belum siap pakai lantaran tidak ada kolam atau riol penampung limbah.

Sumber: AJNN

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed