Perdana Menteri Tegaskan Lebanon Tolak Kesepakatan Tanpa Penarikan Pasukan Israel

Beirut — Perdana Menteri Nawaf Salam menegaskan bahwa Lebanon tidak akan menandatangani kesepakatan apa pun tanpa penarikan penuh pasukan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan saat pembicaraan diplomatik semakin intensif untuk mencari solusi konflik di kawasan.

Melansir dari Qatar News Agency, Jumat, 24 April 2026, dalam wawancara di Paris, Salam menolak konsep zona penyangga yang dinilai merugikan Lebanon. Ia menyebut keberadaan pasukan Israel akan menghambat kembalinya warga yang mengungsi serta menghalangi proses pembangunan kembali desa dan kota.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Salam menilai Amerika Serikat memiliki peran penting dalam proses negosiasi, khususnya dalam memberikan tekanan kepada Israel.

Ia menyebut peran AS krusial dalam tercapainya gencatan senjata sebelumnya. Perdana Menteri Lebanon tersebut berharap pengaruh tersebut terus digunakan untuk mendorong penyelesaian konflik.

Terkait tuntutan pelucutan senjata Hezbollah, Salam menegaskan bahwa proses tersebut tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menyatakan bahwa pelucutan senjata merupakan proses jangka panjang dan bukan keputusan yang bisa diambil dalam waktu singkat.

Meski mengakui adanya ketidakpastian hasil negosiasi, Nawaf Salam menegaskan bahwa Lebanon tetap berpegang pada kepentingan nasionalnya. Ia menyebut keikutsertaan dalam perundingan bukanlah bentuk konsesi.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya untuk mencapai solusi damai. Tujuan utamanya adalah memastikan kedaulatan penuh wilayah Lebanon melalui penarikan pasukan Israel.

 

 

Sumber: RRI.CO.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *